Siswa Kalbar Raih Perunggu di IJS Olimpiad

Share
ILUSTRASI MEDALI
PONTIANAK, dwexxUTY.BlogSpot.com - Seorang siswa sekolah menengah pertama Kalimantan Barat berhasil meraih perunggu pada "International Junior Science Olympiad (IJSO)" tahun 2011, yang berlangsung di Durban, Afrika Selatan.


"Itu kabar yang sangat membanggakan, karena pelajar asal Kalbar berhasil meraih perunggu di Afrika Selatan di bidang biologi dan mengalahkan 500 pelajar sedunia," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Alexius Akim di Pontianak, Rabu (14/12/2011).
Siswa SMP Tunas Bangsa Pontianak atas nama Valentino Sudaryo itu berhasil mengalahkan lima ratus pelajar SMP yang mengikuti lomba Biologi untuk tingkat SMP.
Keberhasilan Valentino tersebut, kata Akim, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar lain dalam meraih penghargaan serupa bahkan dengan keberhasilan melebihi Valentino.
"Jelas selain bangga, diharapkan kepada seluruh pelajar ini merupakan motivasi bagi para pelajar Kalbar, dan para pendidik untuk meraih prestasi yang lebih dari Valentino," jelas Akim.
Dengan berhasilnya Valentino meraih pernghargaan tersebut, diakui Akim, Pemprov Kalbar sendiri juga memberikan hadiah terhadap Valentino meski tidak dalam bentuk yang besar. "Adalah hadiah kami, tapi tidak besar," ungkapnya.
Prestasi yang diraih Valentino, diapresiasi oleh anggota Komisi D DPRD Kalbar Ikhwani A Rahim. Legislator asal Kota Pontianak itu mengaku bangga dengan keberhasilan pelajar Tunas Bangsa yang membawa nama Kalbar harum tidak saja di Indonesia melainkan di tingkat dunia.
"Itu menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Kalbar terutama para pelajar dan pengajar, dan menunjukkan kalau Kalbar tidak kalah dibandingkan Provinsi lain yang ada di Indonesia," kata Ikhwani.
Meski demikian, diakui Ikhwani dengan prestasi yang diraih siswa asal Kalbar tersebut, tidak lantas membuai Diknas Kalbar terutama dalam memberikan perhatian dan fasilitas selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama kepada para guru.
"Prestasi yang diraih tak lepas dari usaha para guru, perhatian kepada mereka dengan memberikan fasilitas yang diperlukan termasuk fasilitas untuk sekolah. Kami berharap Disdik juga meningkatkan dalam perhatian kepada para guru, memberikan kesejahteraan dan fasilitas untuk sekolah-sekolah, baik di kota maupun kabupaten," katanya.
IJSO adalah kompetisi sains tingkat internasional untuk siswa-siswi yang berusia tidak lebih dari 15 tahun.
Kompetisi tersebut digelar pertama kali pada 2004 di Jakarta. Setiap negara dapat mengirim satu tim paling banyak 6 siswa dan tiga team leader.
Ujian terdiri dari tiga tes terpisah yang dilakukan pada hari berbeda. Ujian ini memerlukan pengetahuan yang berbeda di bidang sains yang meliputi kimia, fisika dan biologi. Ada tiga jenis ujian yang diikuti yakni tertulis, teoritis dan eksperimen. Nilai maksimal masing-masing ujian yakni 30, 30 dan 40.

Popular Posts